Ikan todak paruh lebarSWO

Xiphias gladius
LJFL ~ 120 cm

Ciri tubuh:

    • Paruh sangat panjang dan pipih, pipih lonjong jika disayat melintang
    • Mata besar
    • Takik besar dan dalam pada pangkal sirip ekor atas dan bawah
    • Satu lunas median besar di setiap sisi tangkai ekor
    • Sirip ekor besar, bercagak, dan bentuk sabit
    • 2 sirip punggung dan sirip dubur terpisah (kecuali yang masih muda < LJFL ~80–90 cm)
  • Tidak bersisik (kecuali pada yang masih muda, yang memiliki sisik yang panjangnya sampai ~1 m)

Warna:

Permukaan atas berwarna coklat kehitaman, coklat muda di bagian bawah. Sirip coklat sampai coklat tua.

Ukuran:

Total panjang hingga 450 cm dan berat hingga 536 kg. Betina umumnya lebih besar daripada jantan.

Kondisi penting dan tahap kehidupan:

muda
Xiphias gladius muda
LJFL ~60 cm
      • Sirip punggung pertama setinggi panjang tubuhnya
      • Terdapat sisik
    • Tidak ada sirip perut

Penyebaran:

Menyebar di perairan tropis, subtropis, dan terkadang di perairan dingin.

Lihat peta penyebaran FAO.

Habitat:

Zona epipelagik, mesopelagik, dan oseanik, dari permukaan hingga setidaknya kedalaman 2.878 meter, ditemukan di dekat jurang laut, gunung bawah laut lepas pantai, dan ngarai bawah laut. Ikan todak dapat bertahan hidup di kisaran suhu yang luas antara 3–27°C, tetapi lebih suka air yang berkisar antara 18–22°C.

Biologi:

Spesies ini adalah pengumpan oportunistik, paling banyak memangsa cumi-cumi pelagis, tetapi juga ikan pelagis. Ikan ini menggunakan paruh seperti pedang untuk melumpuhkan atau membunuh mangsanya. Ikan todak melakukan migrasi vertikal diurnal, umumnya bergerak ke kedalaman yang lebih besar dengan suhu yang lebih rendah pada siang hari untuk mencari makan, kembali ke perairan permukaan yang lebih hangat di malam hari.2,3 Ikan todak juga melakukan migrasi horizontal besar, berpindah-pindah di antara perairan tropis dan subtropis untuk mencari tempat memangsa dan melakukan pemijahan4,3. Ikan todak adalah spesies yang tumbuh cepat, yang jantan akan dewasa pada ukuran yang lebih kecil dan usia lebih muda dari betina. Di Australia timur, panjang 50% individu yang mencapai usia dewasa diperkirakan 221 dan 101 cm LJFL yang setara dengan usia 9,9 dan 0,9 tahun untuk betina dan jantan masing-masing.5 Di Pasifik barat daya, 50% ikan todak betina menjadi dewasa pada usia 4,34 tahun menggunakan estimasi berbasis sinar, dan 4,42 tahun menggunakan estimasi berbasis otolith.6 Di lepas pantai Florida tenggara, diperkirakan ikan todak jantan mulai dewasa pada LJFL~100 cm, setara usia 1 tahun, dengan semua jantan tercatat dewasa pada LJFL 150 cm, setara usia 5 tahun. Betina dewasa terkecil diperkirakan ~170, setara usia 4 tahun, semua betina menjadi dewasa pada LJFL 220 cm, setara usia 9 tahun.7 Di perairan Australia Timur, musim pemijahan yang panjang terjadi dari September hingga Mei, memuncak pada Desember hingga Februari.8 Betina melakukan pemijahan massal dan diyakini pemijahan terjadi saat air bersuhu <18°C. Perkiraan usia maksimum mencakup 15 tahun9 18 tahun8 dan 21 tahun di Pasifik barat daya.6

Perikanan Indonesia:

Tertangkap oleh jaring insang hanyut, alat tangkap rawai, tombak, dan jaring tetap.

Spesies serupa:

Istiophoridae
Ikan paruh panjang
Istiophoridae dikatakan berbeda karena memiliki paruh yang bulat jika disayat melintang (vs pipih lonjong); terdapat sirip perut (vs tidak ada); 2 lunas di setiap sisi tangkai ekor (vs 1 lunas median di kedua sisi); ruang antar sirip punggung sempit (vs lebar), dan takik dangkal pada kedua bagian atas dan bawah sirip ekor (vs takik dalam).

Tautan internal:

Galeri pasar Xiphias gladius

Tautan eksternal:

FishBase
The IUCN Red List of Threatened SpeciesTM

Referensi

1.
IGFA. IGFA world record game fishes. International Game Fish Association Dania Beach, Florida. 2011;
2.
Takahashi M, Okamura H, Yokawa K, Okazaki M. Swimming behaviour and migration of a swordfish recorded by an archival tag. Marine and Freshwater Research. 2003;54(4):527–34.
3.
Abascal FJ, Mejuto J, Quintans M, Ramos-Cartelle A. Horizontal and vertical movements of swordfish in the Southeast Pacific. ICES Journal of Marine Science. 2009;67(3):466–74.
4.
Neilson JD, Smith S, Royer F, Paul SD, Porter JM, Lutcavage M. Investigations of horizontal movements of Atlantic swordfish using pop-up satellite archival tags. In: Tagging and tracking of marine animals with electronic devices. Springer; 2009. p. 145–59.
5.
Griggs LH, Francis M, Maolagáin C. Growth Rate, Age at Maturity, Longevity, and Natural Mortality Rate of Swordfish (Xiphias Gladius). Ministry of Fisheries; 2005.
6.
Farley J, Clear N, Kolody D, Krusic-Golub K, Eveson P, Young J. Determination of swordfish growth and maturity relevant to the southwest Pacific stock. WCPFC-SC12-2016/SA-WP-11; 2016.
7.
Taylor RG, Murphy MD. Reproductive biology of the swordfish Xiphias gladius in the Straits of Florida and adjacent waters. Fishery Bulletin. 1992;90(4):809–16.
8.
Young JW, Drake AD. Age and growth of broadbill swordfish (Xiphias gladius) from Australian waters. CSIRO Marine Research; 2004.
9.
DeMartini EE, Uchiyama JH, Humphreys Jr RL, Sampaga JD, Williams HA. Age and growth of swordfish (Xiphias gladius) caught by the Hawaii-based pelagic longline fishery. Fishery Bulletin. 2007;105(3):356–67.