Tuna sirip biru selatanSBF

© J. Yick, diambil di Tasmania, Australia, ~ FL 90 cm
© J. Yick, diambil di Tasmania, Australia, ~FL 90 cm

Ciri tubuh:

  • Lunas median besar dengan 2 lunas yang lebih kecil di kedua sisi tangkai ekor
  • 31–34 penyapu insang pada lengkungan insang pertama
  • 8–10 sirip punggung dan 7–9 sirip dubur
  • Cuping memiliki 2 flap
  • Sirip dada pendek, tidak mencapai ruang antar sirip punggung
  • Lunas tangkai ekor kuning pada ikan dewasa
  • Permukaan ventral hati berlurik, lobus kira-kira sama panjangnya (Gbr. 1)

Warna:

Biru tua hingga hitam di bagian atas, putih keperakan di bagian samping dan bawah. Serangkaian garis vertikal putih keperakan bergantian dengan baris titik-titik vertikal, hanya muncul pada spesimen segar dan lebih menonjol pada ikan muda. Sirip punggung pertama berwarna kuning atau kebiruan. Sirip dubur dan finlet kuning kehitaman dan bertepi warna hitam; lunas tangkai ekor kuning pada ikan dewasa.

Ukuran:

FL hingga 225 cm dan beratnya hingga 200 kg.

Penyebaran:

Sepanjang perairan beriklim sejuk di Samudra Selatan selama sebagian besar masa hidupnya. Menyebar hingga perairan yang lebih hangat hingga barat laut Indonesia selama musim pemijahan.

Lihat peta penyebaran FAO

Habitat:

Zona pelagik dan oseanik. Biasanya ditemukan di perairan antara 5–20 °C, tetapi juga di perairan di atas 20 °C selama musim pemijahan. Ditemukan pada kisaran kedalaman 50–2.743 m.

Biologi:

Spesies yang terus bermigrasi dan membentuk kelompok. Memangsa berbagai ikan, krustasea, dan salpidae. Diperkirakan dewasa pertama kali pada FL 120–130 cm, dengan 50% individu menjadi dewasa pada FL 152 cm. Diperkirakan pertama dewasa pada usia antara 8 dan 11 tahun. Perkiraan usia maksimum bervariasi, mulai dari 20 hingga 40 tahun.1 , 2

Perikanan Indonesia:

Ditangkap terutama menggunakan alat tangkap rawai.

Spesies serupa:

Thunnus alalunga
Albacore tuna
Thunnus alalunga dikatakan berbeda karena memiliki sirip dada yang sangat panjang hingga sirip punggung kedua (vs pendek yang tidak mencapai ruang antar sirip punggung); garis putus-putus horizontal hingga miring berwarna putih/perak hanya muncul pada spesimen hidup dalam keadaan stres dan baru saja mati (vs garis vertikal terpecah atau putus-putus yang berspasi tidak beraturan berwarna putih/perak hanya muncul pada spesimen hidup dalam keadaan stres); 25–31 penyapu insang pada lengkungan insang pertama (vs 31–34), dan lunas median berwarna kuning (vs kuning pada ikan dewasa).

 

Thunnus albacares
Tuna sirip kuning
Thunnus albacares
Thunnus albacares dikatakan berbeda karena memiliki sirip dada yang cukup panjang, tidak mencapai bagian belakang pangkal sirip punggung kedua (vs pendek, tidak mencapai ruang antar sirip punggung); corak tubuh putih/perak berbentuk garis vertikal berspasi teratur dan garis-garis bintik yang bergantian dalam pola ‘V’ (vs serangkaian garis vertikal terpecah atau putus-putus yang berspasi tidak beraturan berwarna putih/perak hanya muncul pada spesimen hidup dalam keadaan stres, jika tidak, maka akan berwarna perak/putih di bagian bawah); permukaan ventral hati tidak berlurik, lobus kanan memanjang (vs berlurik, lobus kira-kira sama panjangnya); 26–34 penyapu insang pada lengkungan insang pertama (vs 31–34), dan lunas median berwarna hitam (vs kuning pada ikan dewasa).

 

Thunnus obesus
tuna mata besar

Thunnus obesus

Thunnus obesus dikatakan berbeda karena memiliki panjang kepala dan margin posterior opercle yang lebih besar (vs lebih kecil) dan diameter mata yang lebih besar (vs lebih kecil) untuk FL tertentu; sirip dada sangat panjang, ujung meruncing tipis dan fleksibel (pada ikan dewasa) (vs pendek, tidak mencapai ruang antar sirip punggung); serangkaian corak tubuh putih/perak berupa garis dengan spasi tidak teratur, vertikal, kadang-kadang putus-putus (vs garis vertikal terpecah atau putus-putus yang berspasi tidak beraturan berwarna putih/perak hanya muncul pada spesimen hidup dalam keadaan stres, jika tidak, maka akan berwarna perak/putih di bagian bawah); 23–31 penyapu insang pada lengkungan insang pertama (vs 31-34), dan lunas median berwarna hitam (vs kuning pada ikan dewasa).

 

Thunnus orientalis
Tuna sirip biru pasifik
Thunnus orientalis dikatakan berbeda karena memiliki serangkaian corak putih/perak berupa garis vertikal dan garis bintik-bintik yang bergantian, sebagian besar terbatas pada bagian tubuh bawah (vs garis vertikal terpecah atau putus-putus yang berspasi tidak beraturan berwarna putih/perak hanya muncul pada spesimen hidup dalam keadaan stres, jika tidak, maka akan berwarna perak/putih di bagian bawah), dan lunas median abu-abu pada ikan dewasa (vs kuning pada ikan dewasa).

 

Thunnus tonggol
Tuna ekor panjang
Thunnus tonggol dikatakan berbeda karena memiliki sirip dada yang lebih panjang, tidak mencapai pangkal sirip punggung kedua (vs pendek, tidak mencapai ruang antar sirip punggung); bagian belakang tubuh (dari titik margin posterior opercle terpanjang ke tangkai ekor) relatif panjang dibanding FL (vs sedang); garis bintik-bintik putih/perak horizontal yang memanjang pada perut (vs garis vertikal terpecah atau putus-putus yang berspasi tidak beraturan berwarna putih/perak hanya muncul pada spesimen hidup dalam keadaan stres, jika tidak, maka akan berwarna perak/putih di bagian bawah); 19–27 penyapu insang pada lengkungan insang pertama (vs 31–34), dan lunas median berwarna gelap (vs kuning pada ikan dewasa).

Tautan eksternal:

FishBase
The IUCN Red List of Threatened SpeciesTM

Referensi

1.
Collette BB, Nauen CE. FAO species catalogue. Volume 2. Scombrids of the world. An annotated and illustrated catalogue of tunas, mackerels, bonitos and related species known to date. 1983.
2.
Gunn JS, Clear NP, Carter TI, Rees AJ, Stanley CA, Farley JH, et al. Age and growth in southern bluefin tuna, Thunnus maccoyii (Castelnau): direct estimation from otoliths, scales and vertebrae. Fisheries Research. 2008;92(2):207–20.