Tenggiri papanGUT

GUT
FL 52,3 cm

Ciri tubuh:

  • Lunas median besar dengan 2 lunas yang lebih kecil di kedua sisi tangkai ekor
  • Gurat sisi tunggal dengan cabang tambahan kecil depan
  • Gurat sisi sebagian besar lurus sampai sejajar dengan sirip punggung kedua, lalu perlahan melengkung ke bawah ke tengah tubuh
  • 1–2 penyapu insang di bagian atas lengkungan dan 7–12 penyapu insang di bagian bawah lengkungan insang pertama (total 8–14)
  • 15–18 duri sirip punggung
  • 7–10 finlet punggung dan dubur

Warna:

Hitam kebiruan hingga keperakan dengan 3–4 baris bintik-bintik hitam kecil tidak beraturan di bagian samping, sirip punggung berduri berwarna hitam.

Ukuran:

Total panjang hingga 80 cm dan berat hingga setidaknya 6,7 kg.1

Penyebaran:

Ditemukan di perairan tropis Indo-Pasifik Barat.

Lihat peta penyebaran FAO

Habitat:

Pelagis dekat pantai. Ditemukan di perairan pantai yang dangkal dan juga memasuki muara di mana spesies ini dapat bertahan di kekeruhan tinggi dan salinitas rendah. Ditemukan di kedalaman antara 15–200 m.

Biologi:

Paling banyak memangsa gerombolan ikan kecil seperti ikan teri dan sarden, tetapi juga memangsa cumi-cumi dan krustasea. Biasanya membentuk kelompok kecil. Beberapa populasi melakukan migrasi panjang di sisi pantai, sementara yang lain menetap. Di perairan lepas India, individu mencapai kedewasaan pertama pada TL 40 cm, setara dengan usia 20 bulan.2 Panjang di mana 50% betina menjadi dewasa adalah 37,5 cm.3 Diperkirakan usia maksimal setidaknya 16 tahun.4

Perikanan Indonesia:

Tertangkap dengan jaring insang hanyut, jaring tarik tengah air, jaring pancang bambu, pukat cincin, dan pancingan teknik toda.

Spesies serupa:

Acanthocybium solandri
Wahoo
Acanthocybium solandridikatakan berbeda karena memiliki moncong sepanjang bagian kepala (vs moncong jauh lebih pendek dari bagian kepala); sirip ekor berpinggiran berlekuk ganda (vs bercabang dalam), dan tidak ada penyapu insang pada lengkungan insang pertama (vs 8–13 penyapu insang pada bagian atas dan bawah lengkungan insang).

 

Scomberomorus commerson
Tenggiri melayu
Scomberomorus commerson dikatakan berbeda karena memiliki gurat sisi tunggal tanpa cabang tambahan (vs cabang tambahan kecil depan); gurat sisi turun tajam di belakang sirip punggung kedua (vs kebanyakan lurus sampai sejajar dengan sirip punggung kedua, lalu perlahan melengkung ke bawah ke tengah tubuh); banyak garis bergelombang sempit vertikal hitam (vs 3–4 baris bintik-bintik hitam kecil tidak beraturan di bagian samping), dan 0–2 penyapu insang pada bagian atas lengkungan dan 1–8 penyapu insang pada bagian bawah lengkungan insang pertama (total 1–8) (vs 1–2 pada bagian atas lengkungan dan 7–12 pada bagian bawah lengkungan (total 8–14)).

Tautan internal:


Galeri pasar Scomberomorus guttatus

Tautan eksternal:

FishBase
IUCN Red List of Threatened Species

Referensi

1.
Ahmed Q, Khan D, Yousuf F. Length-weight relationship in adult Scomberomorus guttatus (Bloch. & Schneider, 1801) from Karachi coast, Pakistan. International Journal of Biological Research. 2014;2(2):101–7.
2.
Devaraj M. Maturity, spawning and fecundity of the spotted seer, Scomberomorus guttatus, in the Gulf of Mannar and Palk Bay. Indian Journal of Fisheries. 1987;34(1):48–77.
3.
Krishnamoorthy B. Observations on the spawning season and the fisheries of the spotted seer Scomberomorus guttatus (Bloch & Schneider). Indian Journal of Fisheries. 1958;5(6):270–81.
4.
Devaraj M. The biology of and fishery for the seerfish of India. Madurai University; 1977. p. 357.