Makerel biruMAA

Scomber australasicus
FL 29,0 cm

Ciri tubuh:

  • 2 lunas pendek di kedua sisi tangkai ekor
  • Terdapat gigi di langit-langit mulut
  • Kelopak mata lemak menutupi bagian depan dan belakang mata
  • 10–13 duri sirip punggung
  • Sirip punggung kedua di depan sirip dubur
  • Duri sirip dubur kaku dan kuat

Warna:

Hijau kebiru-biruan di bagian atas dengan banyak garis-garis hitam bergelombang miring, putih mutiara di bagian bawah dengan garis bergelombang putus-putus, memberikan corak berbintik-bintik samar.

Ukuran:

TL hingga 45 cm, dan beratnya hingga 1,4 kg.

Penyebaran:

Ditemukan di perairan subtropis Indo-Pasifik.

Habitat:

Zona epipelagik, ditemukan di kedalaman antara 87-200 m.

Biologi:

Paling banyak memangsa plankton dengan menyaring krustasea kecil seperti copepoda dari kolom air. Ikan dewasa juga memakan ikan kecil dan cumi-cumi. Membentuk kelompok besar dengan ikan berukuran serupa seperti ikan makerel dan sarden lain. Spesies ini memiliki parameter riwayat hidup yang bervariasi tergantung pada lokasi. Di Australia, usia kedewasaan pertama diperkirakan pada usia 2 tahun,1 dan panjang di mana 50% individu menjadi dewasa diperkirakan dengan FL 28,6 cm pada jantan dan 23,6 cm pada betina.2 Di Jepang, makerel biru yang FL-nya lebih besar dari 31,0 cm dianggap dewasa.3 Spesies ini lebih besar dan berumur lebih panjang di Selandia Baru, dewasa pada umur 3 tahun, setara dengan FL 28 cm,4 dan memiliki perkiraan usia maksimal 24 tahun.5 Makerel biru adalah pemijah bertahap, dengan periode pemijahan yang bervariasi berdasarkan lokasi. Di perairan lepas Australia selatan, pemijahan terjadi antara November dan April, dengan frekuensi pemijahan berkisar antara 2–11 hari. Betina dapat menghasilkan ~70.000 telur per tahap.2

Perikanan Indonesia:

Tertangkap dengan jaring lingkar dan pukat cincin.

Spesies serupa:

Rastrelliger spp.
Makerel pasifik
Rastrelliger brachysoma
Rastrelliger brachysoma
Rastrelliger spp. dikatakan berbeda karena memiliki duri sirip dubur yang tipis dan belum sempurna (vs kaku dan kuat); 1 atau 2 baris horizontal bintik-bintik di kedua sisi punggung (vs banyak garis gelap bergelombang miring), dan tidak terdapat gigi di langit-langit mulut (terdapat gigi).

Tautan eksternal:

FishBase
The IUCN Red List of Threatened SpeciesTM

Referensi

1.
Stevens JD, Hausfeld HF, Davenport S. Observations on the biology, distribution and abundance of Trachurus declivis, Sardinops neopilchardus and Scomber australasicus in the Great Australian Bight. Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization, Marine Laboratories; 1984.
2.
Rogers P, Ward T, McLeay L, Lowry M, Saunders R, Williams D. Reproductive biology of blue mackerel, Scomber australasicus, off southern and eastern Australia: suitability of the Daily Egg Production Method for stock assessment. Marine and Freshwater Research. 2009;60(2):187–202.
3.
Yukami R, Ohshimo S, Yoda M, Hiyama Y. Estimation of the spawning grounds of chub mackerel Scomber japonicus and spotted mackerel Scomber australasicus in the East China Sea based on catch statistics and biometric data. Fisheries Science. 2009;75(1):167–74.
4.
Manning MJ, Marriott PM, Taylor PR. The length and age composition of the commercial catch of blue mackerel (Scomber australasicus) in EMA 1 & 7 during the 2004–05 fishing year. New Zealand Fisheries Assessment Report. 2007;13:41.
5.
Morrison MA, Taylor PR, Marriott PM, Sutton CP. An assessment of information on blue mackerel (Scomber australasicus) stocks. New Zealand Fisheries Assessment Report. 2001;44:26.