Bonito bergarisBIP

 
BIP
FL 39,9 cm

Ciri tubuh:

  • Lunas median besar dengan 2 lunas yang lebih kecil di kedua sisi tangkai ekor
  • 8–13 penyapu insang pada lengkungan insang pertama
  • 7–9 finlet punggung dan 6–7 finlet dubur
  • Gigi kecil dan berbentuk kerucut
  • Lidah tanpa tonjolan atau gigi
  • Seluruh tubuh dilapisi sisik kecil di belakang korselet sisik yang cukup besar

Warna:

Bagian atas berwarna biru baja dengan 5–11 garis hitam tipis di sisi atas, sisi bawah berwarna perak, sirip punggung pertama berwarna hitam.

Ukuran:

Total panjang hingga 102 cm dan berat hingga setidaknya 10,7 kg.1

Penyebaran:

Ditemukan di perairan subtropis Indo-Pasifik.

Habitat:

Pelagis dekat pantai. Ditemukan dalam kisaran suhu 13,5–23°C dan ditemukan pada kedalaman dari permukaan hingga 30 m.

Biologi:

Memangsa ikan yang lebih kecil, terutama clupeoid dan juga krustasea dan cumi-cumi kecil. Berbaur dengan tuna berukuran sama. Panjang tubuh 50% dewasa diperkirakan antara antara FL 42–54 cm.2 Kesuburan relatif bervariasi dari 293.793 hingga 696.512 untuk ikan dengan panjang antara FL 39 hingga 52 cm. Usia maksimal setidaknya 4 tahun.3

Perikanan Indonesia:

Paling banyak ditangkap dengan pancing gandar, juga dengan pukat cincin, dan jaring hanyut.

Spesies serupa:

 
Auxis spp.
Tongkol balaki dan lisong
Auxis rochei
Auxis spp. dikatakan berbeda karena memiliki ruang antar sirip punggung yang lebih luas (vs sempit); lidah memiliki tonjolan memanjang (vs tanpa tonjolan atau gigi); area punggung tidak bersisik di belakang korselet bersisik (vs. dilapisi sisik kecil di belakang area korselet bersisik); garis hitam vertikal/miring di area punggung yang tidak bersisik (vs 5–11 garis-garis gelap sempit di sisi atas), dan terdapat antara 36–48 penyapu insang pada lengkungan insang pertama (vs 8–13).
 
Euthynnus affinis
Tuna makerel
Euthynnus affinis
Euthynnus affinis dikatakan berbeda karena memiliki serangkaian garis hitam miring (vs 5–11 garis horizontal hitam sempit di sisi atas); area punggung tanpa sisik di belakang korselet sisik yang cukup besar (vs tubuh seluruhnya dilapisi sisik kecil), dan 29–34 penyapu insang pada lengkungan insang pertama (vs. 8-13).
 
Katsuwonus pelamis
Tuna cakalang
Katsuwonus pelamis
Katsuwonus pelamis dikatakan berbeda karena memiliki 4-6 garis memanjang hitam khas di sisi bawah (vs 5–11 garis gelap sempit di sisi atas); lidah tanpa tonjolan atau gigi (vs. 2 tonjolan memanjang); tubuh tidak bersisik di belakang korselet bersisik (vs tubuh berlapis sisik kecil di belakang korselet sisik yang cukup besar), dan 53–63 penyapu insang pada lengkungan insang pertama (vs. 8–13).

Tautan internal:

Pembelajaran interaktif Sarda orientalis
Galeri pasar Sarda orientalis

External links:

FishBase
The IUCN Red List of Threatened SpeciesTM

Referensi

  1. 1.
    Collette BB, Nauen CE. FAO species catalogue. Volume 2. Scombrids of the world. An annotated and illustrated catalogue of tunas, mackerels, bonitos and related species known to date. 1983.
  2. 2.
    Silas EG. Aspects of the taxonomy and biology of the oriental bonito Sarda orientalis (Temminck and Schlegel). 1964;
  3. 3.
    Sivadas M, Abdussamad EM, Jasmine S, Rohit P, Koya KP, Ghosh S, et al. Assessment of the fishery and stock of striped bonito, Sarda orientalis (Temminck and Schlegel, 1844) along Kerala coast with a general description of its fishery from Indian coast. Indian Journal of Fisheries. 2012;59(2):57–61.