Tuna gigi anjingDOT
Gymnosarda unicolor

Ciri tubuh:

  • Lunas median cukup besar dengan 2 lunas yang lebih kecil di kedua sisi tangkai ekor
  • Gurat sisi sangat bergelombang
  • Gigi besar dan berbentuk kerucut
  • Lidah memiliki 2 tonjolan gigi
  • 11-14 penyapu insang pada lengkungan insang pertama
  • 6–7 finlet punggung, 6 finlet dubur
  • Cuping tunggal dan besar

Warna:

Berwarna hitam kebiruan terang di bagian atas dan perak di bagian bawah, tidak ada garis atau bintik-bintik di bagian samping. Sirip punggung kedua kehitaman dengan ujung putih, sirip dubur hitam-abu-abu dengan ujung putih, sirip lainnya berwarna keabu-abuan.

Ukuran:

TL hingga 220 cm, dan beratnya hingga 131 kg.1

Penyebaran:

Ditemukan di perairan tropis Indo-Pasifik Barat.

Habitat:

Zona pelagik, di dekat jurang karang. Ditemukan pada kedalaman dari permukaan hingga 300 m.

Biologi:

Gymnosarda unicolor paling sering memangsa ikan kecil dan cumi-cumi. Mereka sangat sering bermigrasi, umumnya menyendiri atau membentuk kelompok kecil yang berisi 6 ikan atau kurang. Kedewasaan bervariasi sesuai lokasi, di lepas pantai India, panjang pada saat kedewasaan pertama diperkirakan pada FL 65-70 cm untuk betina dan jantan.2,3 Gymnosarda unicolor melakukan pemijahan sepanjang tahun, dengan puncaknya selama Agustus–Januari. Diperkirakan usia maksimumnya adalah 12 tahun.3

Perikanan Indonesia:

Tidak ada perikanan langsung, tetapi biasanya ditangkap menggunakan penangkapan pancing gandar, pancing ulur, dan pancingan teknik toda.

Spesies serupa:

Grammatorcynus bilineatus
Makerel garis ganda
Grammatorcynus bilineatus
Grammatorcynus bilineatus dikatakan berbeda karena memiliki 2 gurat sisi (vs tunggal dan sangat bergelombang); tonjolan gigi tunggal berbentuk persegi pada lidah (vs 2 tonjolan gigi pada lidah); cuping kecil dan tunggal (vs besar dan tunggal), dan tubuh dilapisi sisik yang cukup kecil (vs tidak bersisik di belakang korselet yang bersisik).

 

Scomberomorus spp.
Ikan seer
Scomberomorus commerson
Scomberomorus spp. dikatakan berbeda karena memiliki tubuh yang sangat rata (vs lumayan rata); rahang atas mencapai hampir ke margin posterior mata, atau sedikit ke luar (vs rahang atas mencapai ke tengah mata); pangkal sirip dubur di bawah titik tengah atau pangkal sirip punggung kedua (vs pangkal sirip dubur setara dengan sirip punggung kedua); 2 tonjolan gigi di permukaan atas lidah (vs tidak ada tonjolan gigi), dan corak berbentuk garis atau bintik-bintik vertikal hitam (vs tidak ada corak pada tubuh).

 

Thunnus spp.
Tuna sejati
Thunnus albacares
Thunnus albacares
Thunnus spp. dikatakan berbeda karena memiliki bagian depan sirip punggung pertama yang lebih tinggi daripada bagian belakang (vs sama tinggi); cuping memiliki 2 flap (vs flap tunggal); sirip punggung pertama tidak memiliki corak hitam (vs ujung depan hitam), dan corak berbentuk garis atau bintik-bintik vertikal yang penuh atau putus-putus berwarna perak, atau serangkaian garis vertikal dan barisan bintik yang bergantian (vs tidak ada corak pada tubuh). Catatan – corak pada Thunnus dapat memudar saat kondisinya sudah tidak segar.

Referensi

1.
Collette BB, Nauen CE. FAO species catalogue. Volume 2. Scombrids of the world. An annotated and illustrated catalogue of tunas, mackerels, bonitos and related species known to date. 1983.
2.
Sivadas M, Anasu Koya A. On the fishery and some aspects of the biology of dogtooth tuna, Gymnosarda unicolor (Ruppell) from Minicoy, Lakshadweep. Journal of the Marine Biological Association of India. 2005;47(1):111–3.
3.
Joshi KK, Abdussamad EM, Koya KP, Sivadas M, Kuriakose S, Prakasan D, et al. Fishery, biology and dynamics of dogtooth tuna, Gymnosarda unicolor (Rüppell, 1838) exploited from Indian seas. Indian Journal of Fisheries. 2012;59(2):75–9.