Tuna makerelKAW

Euthynnus affinis
TL 31,6 cm

Ciri tubuh:

  • Lunas median besar dengan 2 lunas yang lebih kecil di kedua sisi tangkai ekor
  • 29-34 penyapu insang pada lengkungan insang pertama
  • 8–10 finlet punggung, 6–8 finlet dubur
  • Cuping memiliki 2 flap
  • Gigi kecil dan berbentuk kerucut dalam satu baris
  • Lidah memiliki 2 tonjolan memanjang
  • Ruang antar sirip punggung sempit, tidak lebih luas dari mata
  • Tubuh tidak bersisik di belakang korselet yang bersisik besar dan tebal

Warna:

Hitam kebiru-biruan di bagian atas, perak di bagian bawah. Area korselet tanpa sisik yang berisi serangkaian garis-garis hitam miring di belakang sirip punggung pertama. Biasanya ada1–3 bintik hitam kecil antara pangkal dada dan sirip perut.

Ukuran:

TL hingga 100 cm, dan beratnya hingga 14 kg.

Penyebaran:

Perairan hangat di Indo-Pasifik Barat, termasuk pulau-pulau dan kepulauan oseanik.

Lihat peta penyebaran FAO

Habitat:

Zona pelagik dekat pantai, ditemukan pada kedalaman dari permukaan hingga 50 m.

Biologi:

Sebagian besar memakan ikan kecil, terutama clupeidae dan atherinidae, tetapi juga cumi-cumi, krustasea, dan zooplankton. Membentuk kelompok dengan spesies yang sama atau lainnya berdasarkan ukuran. Kedewasaan Euthynnus affinis bervariasi berdasarkan wilayah, di lepas pantai India, panjang 50% individu dewasa diperkirakan dengan FL 49 cm untuk betina dan FL 49,7 cm jantan.1 Di perairan lepas Taiwan, usia kematangan pertama diperkirakan pada 2 tahun.2 Euthynnus affinis bermigrasi ke perairan lepas pantai Taiwan, di utara Filipina untuk melakukan pemijahan.3 Musim berpijah terjadi dari April hingga Agustus, memuncak pada Juli.2 Perkiraan usia maksimum mencapai 9 tahun.4

Perikanan Indonesia:

Terperangkap dalam perikanan multi-spesies terutama dengan jaring insang dan pancingan teknik toda di permukaan.

Spesies serupa:

Auxis spp.
Tongkol balaki dan lisong
Auxis rochei
Auxis rochei
Auxis spp. dikatakan berbeda karena memiliki cuping dengan 2 flap pendek, (vs tunggal, besar); ruang antar sirip punggung luas (vs sempit), dan tidak ada bintik di antara pangkal sirip dada dan sirip perut (vs biasanya ada 1-3 bintik).

 

Katsuwonus pelamis
Tuna cakalang
Katsuwonus pelamis
Katsuwonus pelamis dikatakan berbeda karena memiliki 4–6 garis memanjang dan gelap pada perut (vs tidak ada); tidak ada corak pada daerah punggung yang tak bersisik (vs serangkaian garis gelap miring), dan 53–63 penyapu insang pada lengkungan insang pertama (vs 43–48).

 

Sarda orientalis
Bonito bergaris
BIP
Sarda orientalis dikatakan berbeda karena memiliki 5–1 garis horizontal gelap yang sempit di bagian atas (vs serangkaian garis gelap miring); tubuh seluruhnya dilapisi sisik kecil di belakang korselet yang bersisik (vs area punggung tidak bersisik di belakang korselet yang bersisik), dan 29–34 penyapu insang pada lengkung insang pertama (vs 8–13).

 

Thunnus spp.
Tuna sejati
Thunnus albacares
Thunnus albacares
Thunnus spp. dikatakan berbeda karena memiliki tubuh yang sepenuhnya tertutup sisik kecil di belakang korselet yang bersisik besar dan tebal (vs daerah punggung tidak bersisik di belakang korselet yang bersisik).

Referensi

1.
Deepti VI, Sujatha K. Fishery and some aspects of reproductive biology of two coastal species of tuna, Auxis thazard (Lacepede, 1800) and Euthynnus affinis (Cantor, 1849) off north Andhra Pradesh, India. Indian Journal of Fisheries. 2012;59(4):67–76.
2.
Chiou W-D, Cheng L-Z, Chen K-W. Reproduction and food habits of Kawakawa Euthynnus affinis in Taiwan. 臺灣水產學會刊. 2004;31(1):23–38.
3.
Chiou W, Lee L. Migration of kawakawa Euthynnus affinis in the waters near Taiwan. Fisheries science. 2004;70(5):746–57.
4.
Abdussamad EM, Rohit P, Said Koya KP, Sivadas M. Status and potential of neritic tunas exploited from Indian waters. IOTC Second Working Party on Neritic Tunas, Malaysia. 2012;