Kakap emas LJH

 
Lutjanus Johnii
TL 48,2 cm

Ciri tubuh:

  • Baris sisik memanjang di atas gurat sisi sebagian besar horizontal
  • Bintik hitam besar biasanya ada di bawah duri lunak sirip punggung, terutama di atas gurat sisi

Warna:

Bagian samping kekuningan atau keperakan dengan bintik cokelat kemerahan pada setiap sisik.

Ukuran:

TL hingga 70 cm.

Penyebaran:

Indo-Pasifik Barat di perairan tropis.

Habitat:

Terumbu karang dan batu, dapat bertahan hidup di air payau di muara; dari permukaan hingga kedalaman setidaknya 80 m.

Biologi:

Kebanyakan memangsa ikan, tetapi juga krustasea dan sefalopoda. Spesies muda ditemukan di daerah bakau dan muara1, sementara spesies dewasa ditemukan berkelompok di perairan keruh. Betina tumbuh dengan ukuran yang lebih besar daripada jantan. Perkiraan ukuran dan usia dewasa bervariasi tergantung pada ruang gerak dan cara tumbuh.2 Di perairan pantai Australia utara, betina mencapai kedewasaan pertama pada FL antara 54,9 dan 69,0 cm, dan usia antara 6 dan 9 tahun. Jantan mencapai kedewasaan pertama pada FL antara 59,0 dan 62,0 cm, dan usia antara 6 dan 10 tahun.3 Di Australia utara, perkiraan usia maksimum mencapai 28 tahun.2

Perikanan:

Paling sering tertangkap menggunakan pancing ulur, alat tangkap rawai dalam, jebakan, dan jaring tarik dalam.

Spesies serupa:

 
Lutjanus monostigma
Kakap bintik satu
Lutjanus monostigma
Lutjanus monostigma dikatakan berbeda karena memiliki baris sisik memanjang di atas gurat sisi yang berposisi miring (vs sebagian besar horizontal) dan corak sisik kehitaman (vs pusat setiap sisik sering memiliki bintik cokelat kemerahan).
 
Lutjanus russellii
Kakap Russell
TL 26,0 cm
Lutjanus russellii dikatakan berbeda karena memiliki baris sisik memanjang di atas gurat sisi yang berposisi miring (vs sebagian besar horizontal) dan tonjolan gigi vomerin yang tidak memanjang ke belakang di tengah (vs memanjang ke belakang di tengah).

Tautan eksternal:

FishBase
The IUCN Red List of Threatened Species TM

Referensi:

  1. 1.
    Kiso K, Mahyam M. Distribution and feeding habits of juvenile and young John’s snapper Lutjanus johnii in the Matang mangrove estuary, west coast of Peninsular Malaysia. Fisheries science [Internet]. 2003;69(3):563–8. Diakses dari: https://doi.org/10.1046/j.1444-2906.2003.00657.x
  2. 2.
    Marriott R, Cappo M. Comparative precision and bias of five different ageing methods for the large tropical snapper Lutjanus johnii. Asian fisheries science [Internet]. 2000;13(2):149–60. Diakses dari: http://epubs.aims.gov.au/11068/1477
  3. 3.
    Cappo M, Marriott RJ, Newman SJ. James’s rule and causes and consequences of a latitudinal cline in the demography of John’s Snapper Lutjanus johnii in coastal waters of Australia. Fishery Bulletin [Internet]. 2013;111(4):309–24. Diakses dari: https://doi.org/10.7755/FB.111.4.2