Kakap Crimson LJT

 
Lutjanus erythropterus
TL 32,7 cm

Ciri tubuh:

  • Baris sisik memanjang di atas gurat sisi berposisi miring
  • Tonjolan gigi vomerin yang tidak memanjang ke belakang
  • Takik praoperkulum tidak tampak jelas
  • Mulut relatif kecil
  • Bentuk kepala miring

Warna:

Merah muda, lebih pucat di perut.

Ukuran:

TL hingga 55 cm.

Penyebaran:

Indo-Pasifik Barat di perairan tropis.

Habitat:

Terumbu karang dan batu, dari permukaan hingga kedalaman setidaknya 100 m.

Biologi:

Kebanyakan memangsa ikan, tetapi juga krustasea, sefalopoda, dan invertebrata bentik lain. Biasanya membentuk kelompok kecil. Di Australia, panjang pertama kali dewasa adalah pada SL 28,8 cm yang betina dan SL 24,0 cm untuk jantan. Panjang di mana 50% individu mencapai kedewasaan adalah pada SL 35,1 cm untuk betina dan SL 26,8 cm untuk jantan. Di Indonesia bagian timur, pemijahan terjadi hampir sepanjang tahun. Kakap Crimson melakukan pemijahan secara bertahap dan bersambung dan sangat subur, menghasilkan sekitar 640.300 hingga 676.100 telur dalam satu kali pemijahan.1 Diperkirakan usia maksimum adalah 32 tahun di Karang Penghalang Besar.2

Perikanan:

Paling sering tertangkap menggunakan pancing ulur dan jaring tarik.

Spesies serupa:

 
Lutjanus bitaeniatus
Kakap Indonesia
Lutjanus bitaeniatus
Lutjanus bitaeniatus dikatakan berbeda karena memiliki mulut besar (vs relatif kecil); lidah memiliki gigi (vs lidah halus, gigi tidak ada), dan sirip ekor sedikit berlekuk atau terpotong (vs berlekuk).
 
Lutjanus malabaricus
Kakap Malabar
Lutjanus Marabaricus
Lutjanus malabaricus dikatakan berbeda karena memiliki mulut yang lebih besar – panjang rahang atas hampir sama dengan jarak antara duri sirip punggung dan sirip dubur terakhir (vs lebih pendek); bentuk kepala lebih berpunuk tinggi (vs lurus), dan sirip ekor lebih terpotong (vs sedikit berlekuk).
 
Pinjalo spp.
Pinjalo
Pinjalo lewisi
Pinjalo lewisi
Spesies Pinjalo dikatakan berbeda karena memiliki bentuk permukaan atas dan bawah dari kepala sama-sama melengkung (vs lengkungan tidak sama); tidak ada gigi taring besar di rahang depan (vs ada, tetapi terkadang tidak nampak jelas).

Tautan eksternal:

FishBase

Referensi:

  1. 1.
    Fry G, Milton DA, Van Der Velde T, Stobutzki I, Andamari R, Sumiono B. Reproductive dynamics and nursery habitat preferences of two commercially important Indo-Pacific red snappers Lutjanus erythropterus and L. ámalabaricus. Fisheries Science [Internet]. 2009;75(1):145–58. Diakses dari: https://doi.org/10.1007/s12562-008-0034-4
  2. 2.
    Newman SJ, Cappo M, Williams DM. Age, growth, mortality rates and corresponding yield estimates using otoliths of the tropical red snappers, Lutjanus erythropterus, L. malabaricus and L. sebae, from the central Great Barrier Reef. Fisheries Research [Internet]. 2000;48(1):1–14. Diakses dari: https://doi.org/10.1016/S0165-7836(00)00115-6